Tampilkan postingan dengan label Tantangan 10 Hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tantangan 10 Hari. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Februari 2018

EDMODO

Edmodo adalah aplikasi yang menunjang proses kegiatan belajar mengajar sekolah.
Di SMKN 60 Jakarata, sekolah Rhuma, apkikasi ini dimanfaatkan untuk menyimpan banyak materi tugas dari guru untuk murid.
Ataupun sebaliknya.

Penyimpanan dokumen dan data belajar siswa pun lebih rapi dan transparan di Edmodo. Bisa diakses untuk dilihat semua siswa. Ulangan harian, pekerjaan rumah, UTS, UAS semua bisa dilakukan melalui Edmodo.

Hal ini cukup bermanfaat untuk mengurangi resiko human error dalam proses pemberian dan perhitungan nilai.

Seperti yang pernah dialami Rhuma. Saat mengambil raport semester, tercantum di raport bahwa salah satu nilai UAS nya adalah 44. Rhuma yakin sang guru melakukan kesalahan input nilai. Karena nilai sebenarnya adalah 88. 
Ujian dilakukan melalui Edmodo. Guru memasukkan soal ke Edmodo beserta kunci jawabannya, kunci jawaban tentu saja tidak dapat diakses oleh siswa.

Siswa mengakses soal ujian dan mengerjakannya melalui aplikasi ini. Dan karena Edmodo sudah menyimpan kunci jawaban, saat siswa selesai mengerjakan ujian, Edmodo akan melakukan koreksi otomatis saat itu juga.

Beberapa menit setelah siswa selesai mengerjakan ujian, Edmodo akan menampilkan nilai ujian yang diperoleh. Dan di nomor ujian mana saja yang dijawab salah oleh siswa tsb.
Siswa dapat langsung menyimlan data nilai tersebut.

Saat terjadi kesalahan input nilai seperti yang dialami Rhuma, siswa dapat segera membuka data perolehan nilainya di Edmodo dan langsung melakukan klarifikasi kepada guru mata pelajaran yang bersangkutan.

Link unduh: www.edmodo.com



#Tantangan10Hari
#Level12
#KeluargaMultimedia
#day6

Read more

Sabtu, 03 Februari 2018

Al-Quran Hafalan


Aplikasi ini adalah yang selama ini digunakan si sulung Rhuma untuk membantu menghafal Qur'an.
Dengan ketekunan, konsistensi dan disiplin serta semangat, alhamdulillah saat ini hafalan Rhuma sudah 7 juz.

Al-Quran Hafalan ini dilengkapi fitur sebagai berikut:
-Navigasi kata/kalimat pertama setiap ayat yang mempermudah dalam menghafal Al-Quran.
-Tes hafalan, menguji pengguna berdasarkan kemampuan pengguna. Tes hafalan insyaAllah akan membantu memperbaiki hafalan pengguna.
-Warna kualitas hafalan, indikator kualitas hafalan dapat membantu pengguna fokus dalam memperbaiki kualitas hafalan setiap surat.
-Target Hafalan, Perhitungan waktu yang dibutuhkan untuk menghafal seluruh Al-Quran berdasarkan jumlah ayat per hari.
-Pemutar Murrotal, terdiri dari terdiri dari 43 Qori sehingga pengguna dapat memilih sesuai dengan selera.
-Terjemahan, terdapat tiga pelihan terjemahan dalam bahasa indonesia yaitu: Kemenag RI, Jalalin, Muntakhap. yang dapat membantu pengguna dalam memperdalam memaknai arti dari suatu ayat.
-Font Arab, terdapat empat pilihan font arap yaitu:King fahd Quran Complex, SIL International, Meor Ridzuan, dan Pakistan Data Management Services sehingga pengguna dapat memilih font mana yang sesuai.
-Font size arab/terjemah.
-Tampil/Sembunyikan terjemahan.

Berikut link unduhnya:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dares.risky.alquranhafalan











#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
#day3

Read more

Jumat, 19 Januari 2018

Fitrah Seksualitas: Memasak Profesional

Memasak...
Selama ini identik dengan kaum hawa dan dianggap sebagai pekerjaan feminin.

Sejauh ini, praktek pembagian tugas domestik di rumah kami sih secara umum tidak terlalu membedakan gender. Semua anak punya tanggungjawab yang sama terhadap pekerjaan rumah tangga. Menyapu, mengepel, cuci piring, cuci baju masing-masing, setrika, beberes kamar dan rumah semua dilakukan bersama.
Termasuk juga dengan memasak dalam level ringan. Seperti menanak nasi, menggoreng telur. Anak-anak juga sering berkreasi sederhana membuat masakan semau gue sesuai keinginan hati.

Ya karena saya belum menemukan referensi ayat ataupun sunnah yang menyebutkan bahwa tugas domestik rumah tangga, termasuk memasak adalah kewajiban perempuan.
Jadi ketimbang goreng telur, rebus mie instan atau masak sayur yang sederhana aja sih gak apa kali ah anak cowok juga ikutan.


Naaaah
Sejak si sulung Rhuma memutuskan masuk SMK jurusan Jasa Boga, paradigma saya jadi sedikit bergeser.
Saya jadi tahu banyak info kuliner dan memasak dari Rhuma.
Ternyata dalam level profesional, memasak itu termasuk pekerjaan lelaki.

Jangan bayangkan didominasi oleh golongan cowok melambai ya.
Karena ternyata pekerjaan di are food and beverages itu menuntut kekuatan fisik yang mumpuni. Dan seorang wanita diasumsikan tidak cukup kuat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan fisik di dapur berstandard internasional. Angkut dan cuci piring kaca tebal hingga ribuan buah dalam hitungan waktu sekian jam. Memindahkan aneka alat masak yang berat. Dan sebagainya.

Dua minggu terakhir Rhuma memulai PKL, yang dijadwalkan akan berlangsung selama 6 bulan ke depan, di salah satu hotel berbintang di pusat Jakarta.



Jadilah setiap hari selama dua minggu ini saya mendengar kisah kasih di dapur. Hotel Sari, tempat Rhuma PKL, ternyata salah satu yang memiliki ragam jenis dapur terlengkap.

Ada dapur khusus masakan Jepang, masakan Cina, masakan western, masakan tradisional. Dapur butcher atau olah daging. Juga dapur pastry.

Hal pertama yang ditanyakan chef kepala saat bertemu Rhuma adalah "Kamu spesialis di dapur apa? Bukan pastry kan?"

Jawab Rhuma "Bukan chef. Saya hot kitchen."
Kata sang Chef, "Bagus.. Saya paling malas kalau ketemu cowok spesialis pastry. Biasanya pasti melambai."

Hohoho...
Info baru nih untuk saya.
Ternyata area pastry itu identik dengan kaum hawa. Karena membutuhkan sense  dan taste serta kelembutan juga kejelian wanita. Maka kaum adam yang nyemplung di ranah pastry, umumnya adalah mereka yang juga memiliki sense, taste, kelembutan dan kejelian wanita.



Di lain hari Rhuma berkisah tentang kunjungannya ke dapur butcher, area perdagingan. Dengan alat-alat potong daging dan tulang yang lebih mirip perkakas pertukangan. Gergaji mesin beraneka model dan ukuran. Bermacam golok super besar. Di dapur ini bisa dipastikan tak ada personel wanita hehe. Gak bakal kuat angkat alatnya, kata Rhuma.

Cerita dapur butcher membuat saya teringat kisah Mahabharata. Saat pandawa dikisahkan menyamar di negara Wirata dalam pembuangan mereka, tokoh Bima yang berbadan paling besar pun diceritakan menyamar sebagai tukang masak dan tukang potong daging di dapur istana wkwkkwkwk.

Jadi..
Masih keukeuh berpikir bahwa memasak bukanlah ranah pekerjaan lelaki?




#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
#day16


Read more

Kamis, 18 Januari 2018

Fitrah Seksualitas: Dont Touch Me!

Tanggal 1 Januari 2018 kemarin, Rihal terjatuh dari pohon ceri di RPTRA komplek rumah kami. Lumayaaaaan hehe... Mendapat 10 jahitan di kening serta memar sedikit retak di tangan kanan.

Sehingga tangan kanannya disarankan untuk tidak digunakan beraktivitas dulu. Akibatnya, Rihal membutuhkan bantuan untuk melakukan beberapa hal. Di antaranya: mandi.

Sejak usia 5,5 tahun Rihal sudah terbiasa mandi sendiri dan bebersih istinja sendiri. Baik b.a.k maupun b.a.b...
Kali ini saat saya membantunya mandi, ternyata Rihal sudah tidak lagi mengizinkan siapapun, termasuk ibunya sendiri, untuk menyentuh area pribadi tubuhnya.

Saya diperbolehkan membantu menyiramkan air, menyabuni punggung, kaki dan tangan yang sulit dijangkaunya. Tetapi untuk tubuh bagian depan dan area pribadi depan belakang, Rihal keukeuh untuk menyabuni sendiri semampunya dengan tangan kiri.

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkutkanFitrahSeksualitasAnak
#day14
Read more

Rabu, 17 Januari 2018

Fitrah Seksualitas: Lelaki dan Tanggungjawab

Pukul 00.00 saat saya mulai mengetik laman ini.

Malam ini kami bertujuh sekeluarga bermalam dan tidur asal ngampar di rumah Opung (kakek dalam bahasa Batak) nya anak-anak, aka mertua saya.

Karena kondisi Opung dengan kanker kelenjar getah bening stadium akhirnya yang makin mengkhawatirkan. Sejak petang tadi, beliau terus meneteskan darah hitam pekat dari mulut dan lubang hidung.

Pak suami yang sudah bersiaga sejak pagi mulai kelelahan. Mama mertua meminta semua anak cucu mantu untuk menginap. Dan disinilah kami saat ini. Tidur bergelimpang menanti entah apa pun ketentuan yang belum pasti.

Saat suami dan adik-adik ipar juga mama mertua tertidur kelelahan. Saya tak dapat  memejam mata. Tak lain dan tak bukan karena dua abege lanang saya yang juga belum bisa tertidur.

Rhuma(17) dan Roha(16) bergantian duduk tegak-condong-tegak lagi di sisi pembaringan sang Opung. Tak tenang hati meninggalkan Opung yang terus bergerak gelisah menahan nyeri dan sakit.

Bergantian menahan agar tangan Opung tak bergerak liar menarik selang-selang di tubuhnya.

Memapah sang kakek bolak balik ke kamar mandi karena Opung bersikukuh tak mau memakai diapers walau sudah sulit berdiri dan berjalan tanpa bantuan.

Saya tahu, Rhuma dan Roha lelah luar biasa. Roha berangkat sekolah selepas subuh tadi, berjibaku dengan macet jalanan. Dan sampai rumah menjelang magrib karena sepulang sekolah melatih pramuka di sekolah almamater SMP-nya.

Rhuma pun pergi dari rumah setelah solat subuh. Saat ini sedang menjalani PKL di salah satu hotel berbintang lima di pusat ibukota. Menimba pengalaman kerja nyata di dapur berstandard internasional dengan segala peralatan masak yang berat, dan tekanan pekerjaan yang tinggi demi kepuasan pelanggan.

Tapi lelah mereka ternyata tak sanggup membuat mereka tertidur. Lelah mereka ternyata tak mampu mengalahkan rasa cinta, kasih sayang dan tanggung jawab pada Opung.

Dan melihat mereka terjaga, mengambil alih peran dan tanggungjawab untuk merawat Opung, saya sebagai ibu pun tak sanggup terlelap. Walau sudah nyaris 24 jam mata saya terbuka.

Jujur. Saya terharu.
Juga sedikit tenang menyambut masa depan, masa tua saya nanti...

Menyaksikan Rhuma dan Roha mulai menjalankan fitrah mereka sebagai LELAKI.
Dan fitrah mereka untuk memanggul TANGGUNGJAWAB.
Semoga tetap istiqomah...

#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#Level11
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
#day12
Read more

Senin, 15 Januari 2018

Fitrah Seksualitas 10 - review

Hari terakhir presentasi diisi dengan penampilan dari Kelompok 9 (mbak Khurie, mbak Selviana dan mbak Anten). Mengambil judul "Peran Penting Keharmonisan Keluarga dalam Perkembangan Fitrah Seksualitas Anak".

Meletakkan Keharmonisan pasangan suami istri sebagai landasan dasar dari penanaman fitrah seksualitas anak.

Sebab jika hubungan suami istri harmonis, maka sangat mempengaruhi dan mendukung profesionalitas saat menjalankan peran sebagai ayah dan ibu bagi anak-anak.

Dan ayah dan ibu yang berperan sesuai fungsinya,akan menjadi role model bagi anak-anak dalam proses penanaman fitrah seksualitas dari segala aspek.

Sehingga skemanya kurang lebih seperti ini:

Pasutri harmonis >> ayah dan ibu profesional >> penanaman fitrah seksualitas anak akan lebih mudah.

Kelompok 9 sangat komplit memberi tips untuk menjaga keharmonisan pasutri. Mulai dari saling memahami, keterbukaan, mengembangkan komunikasi efektif hingga tips urusan ranjang yang ternoda pun dibahas tuntas hehe...

Link materi Kelompok 9:

http://bit.ly/Presentasi_Kelompok9_BunsayIIP

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
#day10
Read more

Minggu, 14 Januari 2018

Fitrah Seksualitas 9 - review

Hari ke sembilan menampilkan presentasi dari Kelompok 10 ( mbak Yunita Dury dan mbak Ulfah). Penampilan tiap kelompok makin-hari makin seru dan saling melengkapi..
#laf.laf

Materi kelompok 10 ini banyak memaparkan dampak dan konsekuensi, apabila Fitrah Seksualitas dalam segala lini tidak tertanam dengan baik pada diri anak-anak kita. Bukan hanya berdampak secara fisik, dan seksual saja, namun juga dampak sosial dan spiritual.



Kelompok 10 ini juga menilik korelasi hubungan antara fitrah seksualitas dan peran orang tua. Menurut kelompok 10, ayah dan ibu yang membagi peran secara seimbang, dan dengan profesional memberi suri tauladan terhadap peran masing-masing, sangat mempengaruhi keberhasilan penanaman nilai dan membangkitkan fitrah seksualitas anak.

Karena anak-anak akan lebih menyerap nilai-nilai akan fitrah keayahan dan fitrah keibuan melalui contoh nyata yang dilihat dan dirasakan sehari-hari dari orangtua mereka.


Yess...
Saya setuju buangeeeet bagian ini.
Nilai-nilai kehidupan, termasuk nilai tanggungjawab, sebagai bagian fitrah laki-laki dan perempuan yang di masa depan akan menjadi orangtua, hanya dapat meresap mendarah daging dengan regenerasi nilai melalui contoh nyata sehari-hari, bukan melalui nasihat dan tutur-tutur kalimat berpanjang lebar tanpa ,merasakan pengalaman batin nyata.

Link materi Kelompok 10:

https://docs.google.com/document/d/1LN5adAcpJI0acRa4Fux647C6gUIMqLeQgsOr_SacpXo/edit?usp=drivesdk

#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#Level11
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
#day9
Read more
Designed By Risa Hananti. Diberdayakan oleh Blogger.