Jumat, 27 Desember 2019

'We Time' Seru di World Of Imagination Nivea

World Of Imagination
Saat mendengar kata tersebut, terus terang sama sekali tak ada gambaran di kepala saya, seperti apa wujudnya. Rasa penasaran ingin tahu, plus iming-iming akan mendapat goodie bag dengan nilai tak sedikit yang memicu saya untuk datang hehe... Makluuuum, kita kan emak irit cyiiin...

Sempat akan membatalkan untuk pergi di Sabtu pagi itu (21 Desember 2019) karena kondisi fisik yang kurang fit dan paksuami yang berhalangan mengantarkan. Walau paksuami merelakan saya membawa mobil sebagai moda transportasi, tapi kaaaaannnn....

Masalahnya adalah, daku bisa nyetir sih... Tapi buta arah. Butuh pendampingan navigator karena kemampuan spasial ruang yang di bawah rata-rata. Dan mata ini juga sering langsung berkunang jikalau terpaksa memantau peta ukuran mini ala google maps. Jadi nyetir dari Meruya ke Ancol itu ibarat perjuangan fii sabilillah untuk saya..

Selain itu, semula rencana mengajak 3 krucil karena saya memiliki 4 tiket. Tapi ternyata yang bisa ikut pergi cuma neng butet anak wedhok semata wayang. Sementara abang dan adeknya ternyata sudah punya agenda sparring tanding bola.. Sighhh...

Akhirnya diputuskan kami pergi berdua saja, me and neng Azza, anggap saja we time ibu-anak. Kami pergi menggunakan transportasi umum yang ternyata sangat mudah, murah dan nyaman.

Dari gang depan perumahan tempat tinggal kami, langsung naik angkot Jaklingko warna merah jurusan Meruya-Citraland dengan tarif Rp. 0 alias gratis. Cukup tap kartu Jaklingko saja. Turun di halte transjakarta Kedoya.

Berganti moda transportasi dengan busway, transit di Harmoni, dan langsung menuju Ancol. Gampang sangat rupanya. Dan Alhamdulillah selalu dapat tempat duduk.

Turun di Ancol, kami menggunakan shuttle bus Wara-wiri yang disediakan gratis oleh pengelola Ancol. Menuju lokasi Econvention dan Ecopark, tempat World Of Imagination berada.

Setelah menukarkan tiket, kami menerima kupon yang dapat digunakan untuk pengambilan hampers goodie bag. Ternyata isi goodie bag nya buanyaaaaak euy.. 
Untung bawa ransel ukuran jumbo. Jadi segala rupa printilan bisa langsung masuk.

Item paling banyak yang diterima adalah krim Nivea. Dan setelah berbincang cantik dengan para petugas dari Nivea, saya baru paham maksud dan tujuan dibagikannya banyak krim tersebut.

Rupanya, Nivea mencoba membantu para ibu dan anak untuk dapat lebih dekat dan mendapatkan bonding yang lebih erat dengan kegiatan fisik skin to skin. Misalnya saat sebelum tidur, para ibu dan anak dapat saling mengoleskan krim Nivea satu sama lain..
Owwwwhhhh  😍😍😍
So sweeeet bangeeeet...
Dan malam harinya langsung kami praktekkan di rumah loh...

Singkat kata singkat cerita, saya dan Azza kemudian memulai petualangan di World Of Imagination. Berawal di mini teater yang menampilkan video hologram sepenggal kisah Ibu Semesta dan empat anaknya di World Of Imagination.

Ibu Semesta mengajarkan empat nilai kebajikan kepada anak-anaknya. Yaitu nilai keberanian, kesederhanaan, kepercayaan dan kepedulian. Setiap nilai kebajikan dilambangkan lewat sebuah medali. Para pengunjung harus bekerja sama berpasangan orangtua dengan anak untuk mengumpulkan medali-medali tersebut di empat dunia bermain. Yaitu, Dunia Hutan, Dunia Angin, Dunia Air dan Dunia Pasir.

Sejujurnya, ketika mulai memasuki World Of Imagination dan memulai petualangan di Dunia Hutan, saya sempat membatin. Wah sudah bukan masanya anak-anak saya nih. Apalagi Azza sudah abege 13 tahun. Wahana ini sangat saya anjurkan untuk para orangtua dengan anak usia maksimal 10 tahun.

Tapi ternyata saya salah hehe..
Azza yang sudah remaja cukup menikmati kegiatan di setiap wahana..
Salah satunya karena sangat banyak spot cantik yang selfiable wakakakakak..

Seperti ketika memasuki Dunia Hutan yang suasananya gelap dan remang-remang. Namun tampilan hologram yang ciamik untuk menjadi latar belakang swafoto yang menarik sih. Juga sulur-sulur hijau yang melambangkan kerimbunan hutan ternyara dapat menjadi tampilan unik latar belakang foto.

Aktivitas menari bersama para mahluk hutan juga cukup bisa membuat saya dan Azza tertawa-tawa gembira menikmati olahraga sederhana.

Ketika memasuki Dunia Angin, tangan kami diikat dengan satu gelang rapuh yang terbuat dari kertas krep yang ringkih. Disini dituntut kerjasama ibu-anak untuk saling percaya agar gelang tersebut tidak putus atau robek saat beraktivitas.

Kami sempat melewatkan Dunia Air, dan memilih langsung ke Dunia Pasir yang tampilannya eye catching sangat di mata saya.. Indah....
Tantangan di Dunia Pasir adalah melalui labirin yang berkelok-kelok, dan harus berhadapan dengan Monster Pasir.

Labirinnya sederhana sih, ya maklum lah, Neng Azza kan sudah usia remaja, jadi tak terlalu menantang untuknya. Tapi sekali lagi, kami cukup bergembira karena menemukan banyak spot foto asyik di dalam labirin hahaha...

Keluar dari labirin, kami berlomba menemukan sebanyak mungkin stiker medali Kesederhanaan yang tersebar di dalam hamparan pasir putih nan menyilaukan.

Saya sempat malas memasuki Dunia Air. Karena malas berbasahan, malas lepas sepatu. Tapi si butet mupeng ingin menikmati keseruan main air. Jadilah Neng Azza memasuki Dunia Air sendiri. Dan saya menanti di pinggir wahana sebagai seksi dokumentasi pengambil gambar Neng Azza in action bermain tembakan air, panjat tali dan perosotan air raksasa.
Dan ternyata Dunia Air inilah yang menjadi favorit Neng Azza.

Walau sasaran utama kegiatan ini kemungkinan besar adalah anak-anak usia di bawah 10 tahun, tapi ternyata kami sebagai pribadi dewasa dan remaja pun sangat bisa menikmati semua keseruannya.

Karena sejatinya bermain adalah jiwa terdalam setiap orang...
There's a kid live inside adult forever.
Dan World Of Imagination dari Nivea telah mewujudkan khayalan dari sisi kanak-kanak setiap orang di usia berapa pun.
Tak menyesal menghabiskan jatah nge-date dengan anak wedhok di event ini.
Juga tak sabar untuk mengajak si bungsu ke acara serupa di lain kesempatan.
Load disqus comments

0 komentar

Designed By Risa Hananti. Diberdayakan oleh Blogger.