Kamis, 19 April 2018

ASK TO SOLVE


❓❓The Power of Asking ❓❓


Belajar bagi anak-anak seringkali identik dengan beban, kegiatan membosankan, monoton, dan tanggungjawab serta kewajiban. Menurut Munif Chatib dalam artikel https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/m/index.php?r=tpost/xview&id=4167 penting sekali membuat anak senang belajar dengan cara yang menyenangkan. Belajar bukan hanya melulu tentang pelajaran akademis sekolah. Bagi saya, mengembangkan kreatifitas berpikir mencari solusi hidup jauh lebih penting.

Jujur saja, saya bukan seorang ibu yang kreatif dan telaten. Tidak seperti ibu-ibu pada umumnya yang saya kenal, yang rajin memikirkan aktivitas mendidik dalam pengasuhan sehari-hari.

Berkreasi dengan kain perca, botol dan kardus bekas. Membuat aneka pernak pernik bersama. Mencoba beragam resep masakan dengan anak.

Not me. Gak gue banget.
Membacakan dongeng pun belum jadi rutinitas.

Karenanya, saat menemukan artikel bertema *the power of asking*...
Naaah ini dia...
Bisa jadi win win solution nih hehe 😬...

Jadilah aktivitas dialihkan dalam bentuk diskusi kreatif..
Lahirlah format ATS (Ask To Solve)

Kreatifitas berpikir anak bisa dilatih, tanpa saya perlu terlalu "memikirkan" aktivitas untuk mereka.

Saya cukup mengajukan satu tema saja.
Gelas. 🍷
Bendera. πŸ‡²πŸ‡¨
Mobil. 🚘

Dan semua anak akan membantu saya menemukan hal-hal menarik yang bisa kami eksplor bersama terkait dengan tema tersebut.

Pertanyaan anak-anak seringkali ajaib dan tak terduga... Juga membuat berpikir 1000x tanpa berhasil menemukan jawabannya..

Berikut beberapa kisah pertanyaan-pertanyaan super ajaib yang masih terngiang di memori saya hingga kini.

Suatu hari saya menunjukkan kertas origami
Berbentuk ❤.
Dan cuma bilang: "hari ini tema kita "love"

Lalu mempersilahkan tiap anak membuat 2 pertanyaan tentang "love"

Satu pertanyaan yg tak terlulakan diajukan oleh Roha (saat itu 10th).

"bagaimana cara menghitung luas dan volume bentuk ❤?"

Me: (whaaaatsss... Mati aku..)
"kenapa dedek tanya in itu?"

Roha: "soalnya kalau nanti dedek punya banyak duit, mau bikin kolam renang di rumah yang bentuknya ❤. Jadi supaya tahu butuh bahan material dan airnya harus berapa banyak."

Fiuuuuhhhh... 😰
Saya tawarkan ke saudara-saudara nya barangkali ada yang bisa dan berminat menjawab...
Ternyata tak ada yang bisa karena tidak pernah diajarkan di sekolah hehe πŸ˜†

Sekian menit berlalu.. Roha asyik mengotak-atik origami berbentuk ❤ tsb..

Hingga akhirnya.....

"Naaaah dedek tahu caranya.. Gini miiy.."

Roha membagi bentuk ❤ menjadi 4 bangun datar. 2 segitiga siku-siku,dan 2 bangun setengah lingkaran (lihat pic)

"nah tinggal hitung deh pakai rumus segitiga dan lingkaran..."

Hehehe...
Problem detected.
Problem solved.
All by himself



Di lain hari... Saya membacakan salah satu kisah Abunawas. Dan meminta mereka membuat pertanyaan dari kisah tersebut.

Pertanyaan paling memorable adalah dari Ai.

1. Dimana alamat rumahnya Baginda Harun AlRasyid (sang raja dalam kisah Abunawas)?

2. Kapan ulang tahun nya Baginda Harun Al Rasyid?

3. Dimana rumahnya Abunawas?

Emaknya mbatin: (ya Alloooooh... Piyee ikieee..)

🀦🏼‍♀🀦🏼‍♀🀦🏼‍♀🀦🏼‍♀🀦🏼‍♀🀦🏼‍♀🀦🏼‍♀

Eeeh tanpa terduga, si sulung Rhuma memberi jawaban.
 Kata Rhuma: "alamatnya Baginda Harun Al Rasyid di Baghdad.. Lahir bulan rabiul awal tahun 760 an..
Rumahnya abunawas dulu di Persia."

Loh?
Jadi gantian saya yang tanya..
"Lah emang Abunawas ada beneran Ma? Bukan cuma tokoh fiksi ya?"

Kata Rhuma: "laaah.. Umi gimana sih.. Beneran lah mi. Abunawas itu filsuf di Persia jaman dulu..."

Oooo.. Saya baru tahu.
Sejak kecil suka baca kisah jenaka Abunawas, selama ini saya pikir hanya tokoh fiktif 😝



Atau saat di lain hari kami membahas tema: OLIMPIADE.

Kebetulan saat itu sedang berlangsung olimpiade London.

Salah satu pertanyaan yang muncul adalah: "kira-kira tim mana yang menang medali emas cabang sepakbola di olimpiade kali ini?"

Diskusi pun berkembang..

Ai: "kalau olimpiade sebelumnya siapa juaranya?"

Rhuma: "Argentina."

Me: "Ya bisa jadi argentina lagi yang menang. Kan dia punya Messi dll."

Rhuma: "Tahun ini Argentina ga ikut olimpiade  miy.. Karena krisis ekonomi."

Me: "Oh gituuu.. Sayang banget ya.."

Roha: "Lah kemarin cabang renang ada kok peserta dari Argentina bang.. Katanya gak ikut olimpiade."

Rhuma: "Maksudnya.. Argentina ikut olimpiade tapi gak semua cabang. Karena dana nya terbatas."

Me: "Kok malah sepakbola yang gak ikut ya.. Padahal kan peluang dia dapat medali gede di bola.. Aneh banget.."

Rhuma: "Ya karena krisis ekonomi umiiiy.."

Me: (ngeyel) "Iyaaa.. Maksud umiy, kaloau cuma ikut beberapa cabang aja, kenapa bola malah gak ikut. Padahal cabang unggulan dia kan disitu.. Peluang dia dapat medali besar.. Aneh kan.. Apalagi sebelumnya dia dpt emas di sepakbola."
(saya masih keukeuh bahwa logika saya paling masuk akal)

Rhuma: "Umiy gimana sih..
Pengeluarannya ya beda dong miy.. Sepakbola itu beregu.. pemainnya 11 orang. Belum lagi cadangannya. Ofisialnya, pelatihnya. Dokter olahraganya. Terapis pijatnya.. Paling gak harus biayai 25 orang untuk satu tim aja.
Cuma untuk rebutin satu medali doang. Dan belum tentu juga menang..."

"25 orang itu kalau disebar ke cabang-cabang olahraga yang perorangan.. Kan duitnya bisa untuk beberapa cabang."

"Peluang dapat medalinya bisa lebih banyak daripada cuma ngincer satu medali sepakbola aja."

πŸ”…πŸ”…πŸ”…πŸ”…

Dezighhhh!!!
Toeng toeeeeenggg..

Ampuuun.. Logika dan sudut pandang emak sarjana umur 30 tahun kalah holistik sama anak 11 tahun  kelas 6 SD 🀦🏼‍♀🀦🏼‍♀🀦🏼‍♀


Begitulah... Metode ini cukup menyenangkan untuk dilakukan sebagai kegiatan keluarga. Membuat betah dan membuat kami terlupa pada gawai dan televisi setiap kali melakukannya
Lewat ATS ini, bukan cuma anak-anak yang belajar
Saya pun banyak mendapat info dan sudut pandang baru dari mereka

Rules ATS sangat sederhana:

🍭 Berikan satu keywords pada anak-anak. (notes: keywords dapat berbentuk gambar, dongeng, tayangan dll)

🍭 Minta anak untuk membuat beberapa pertanyaan berkaitan dengan keywords yang diberikan.

🍭 Seluruh pertanyaan yang terkumpul akan dibahas bersama.

🍭 Sebutkan pertanyaan satu per satu, dan tawarkan pada anak-anak apakah ada yang mau/bisa menjawab.

🍭 Jika tidak ada yang bisa menjawab, maka jawaban akan dicari bersama dengan bantuan media literasi yang ada (buku bacaan, internet dll)


Catatan untuk para orangtua:
Tak usah  baper tak perlu gengsi jika tak bisa menjawab (itulah fungsinya bahan literasi diciptakan di muka bumi) ...
Pertanyaan anak-anak seringkali tak terduga bikin bengong

Dijamin akan ada (mungkin banyak) pertanyaan ananda yang membuat kita speechless tak berdayaaaa... (ada pelangi di bola matamuuu... #eh?)

Dan berikut ini beberapa manfaat ATS :
✅ Melatih anak untuk jeli menemukan masalah dan mengatasinya (problem solver).
✅ Melatih daya juang anak untuk mencari solusi.
✅ Melatih anak untuk berani 'speak up' dan bertanya.
✅ Melatih rasa percaya diri.
✅ Melatih berpikir kritis dan kreatif.
✅ Melatih anak untuk memahami, bahwa untuk satu obyek yang sama, bisa jadi ada berbagai pendapat dan sudut pandang yang berbeda.
✅ Melatih anak menghargai perbedaan pendapat dan sudut pandang.
✅ Melatih anak untuk bersabar (antri untuk bertanya dan menunggu pertanyaannya terjawab).
✅ Melatih anak mendengar aktif.
✅ Sarana mempererat bonding keluarga.

#sahabatkeluarga

Load disqus comments

1 komentar:

Designed By Risa Hananti. Diberdayakan oleh Blogger.